Kisah Sukses

Keluar Dari Jerat Pengangguran

Rd. Nini Kusmayani – Serang (ISA)

Ninin kala itu pusing tujuh keliling gara-gara menjadi pengangguran berat akibat terkena kebijakan efisiensi di perusahaan tempat ia bekerja. Saat itulah dirinya memutuskan untuk bergabung dengan IFA. Kini mantan pengangguran itu beromzetkan ratusan juta rupiah tiap bulan.

Sebetulnya, perempuan yang akrab dipanggil Ninin ini sudah bergabung dengan IFA sembilan tahun silam, tepatnya 2002. Saat itu produk IFA masih sedikit, belum sevariatif saat ini. Bagi Ninin, IFA kala itu hanya dibuat sebagai pekerjaan sambilan semata. Karenanya ia tak pernah menjualnya ke kalangan umum, hanya dijajakan ke teman-teman kartornya saja.
Karena masih setengah hati, bisnis IFA-nya pun tak berumur panjang.
Ninin akhirnya memutuskan tak lagi aktif menjual produk-produk IFA, alias berhenti.

Alasannya, karena tempat belanjanya agak jauh sehingga habis di ongkos transportasi saja. ”Jadi IFA-nya enggak lanjut,” tutur perempuan kelahiran Pandeglang, 27 Mei 1976 ini.
Waktu terus berjalan. Hingga awal Februari 2004, Ninin terkena dampak efisiensi di perusahaan tempat ia bekerja. Ninin di PHK. Ia pun akhirnya menjadi pengangguran berat. ”Jadi saya merasa jenuh, hari-hari saya tanpa ada kegiatan,” ungkap Ninin yang risau dengan kondisinya kala itu.

Lalu, ia teringat IFA dan mencoba untuk mencari informasi kembali. Suatu hari, dia membeli tabloid Nova, dan di situ ada iklan IFA. Singkat cerita, dari situlah Ninin kemudian mendaftar kembali menjadi anggota IFA. ”Ternyata IFA sudah banyak perubahan, baik dari tampilan maupun produk-produknya. Dan saya merasa optimis untuk memasarkan IFA,” kesan istri Ujang Yudiana ini.

Benar adanya keoptimisan itu. Setelah serius menjalankan IFA, ia baru bisa merasakan enaknya berbisnis di jalur MLM fashion tertua di negeri ini. Tak hanya limpahan materi yang ia dapatkan, tapi juga perteman. Dan yang lebih mengasikkan lagi adalah bisnis IFA ini ternyata tak mengganggu urusan keluarganya.
”Saya bisa menjalankan IFA tanpa harus meninggalkan keluarga. Disamping itu banyak teman dan silaturrahmi terus terjalin,” kata Ninin mengungkapkan suka cita selama menjalani IFA.

Alasan Utama Fokus di IFA
1. IFA mudah dijalankan.
2. Berbisnis di IFA tanpa ada penekanan alias nyaman.
3. Bonus transparan.
4. Keluarga juga tidak terbengkalai.

Resep Sukses Ala Ninin
1. Berfikir positif.

2. Tetap jaga etika.
3. Pahami sistem IFA.
4. Lakukan home sharing.

Bonus yang Sudah Diperoleh
1. Komisi Cicilan Sepeda Motor (KCSM), Juli 2008.
2.Dan tahun ini akan mendapatkan KCSM kedua.
3. Rabat bulanan.
4. Fee depot.

”Saya sangat senang dan merasa ini adalah suatu keajaiban karena bonus di IFA benar-benar nyata dan semua orang bisa meraihnya, tentu dengan usaha dan doa,” kesannya senang bercampur haru.

Fakta Kesuksesan Ninin
1. Karir bisnisnya kini berada di level ISA (IFA Silver Agent).
2. Omzet rata-rata per bulan berkisar antara 80-116 juta rupiah.
3. Member yang ada di jaringannya kini berjumlah + 1000 orang yang tersebar di Serang, Pandeglang, Labuan, Menes, Malingping, Merak, Cilegon, Balaraja.
4. Berhasil membuka depot pada Agustus 2008 yang kemudian diberi nama DEPOT M. TAUFIK, beralamat di Alam Perumnas Ciracas Jl. Ratu Rangga B.249 RT.02/XI Serang, Banten.
5. Memiliki 3 Sub Depot, yaitu: Sub Depot Resma di Menes, Sub Depot Bedah Malingping dan Sub Depot Helda Panimbang.

Kata Pamungkas
“Untuk para member-memberku, segera jalankan IFA, buang rasa malas agar kita bisa meraih semua impian, terus bekerja dan semangat.
Untuk IFA Pusat, terima kasih banyak atas semua support yang diberikan, khususnya untuk Bpk. Saronto, Bpk.Hartono dan Bpk. H.T.Saputra.
Semoga IFA terus bersinar.”

 
 
Terdapat 0 komentar pada berita ini.

Komentar

Untuk memberikan komentar pada berita ini, silahkan login terlebih dahulu.